Memilih motor idaman sering kali membuat kita terbuai dengan desain, fitur, dan performa mesinnya. Namun, ada satu aspek teknis yang sering terabaikan hingga akhirnya dirasakan saat motor sudah berada di garasi rumah: yaitu tinggi jok. Bagi sebagian pengendara, jok yang terlalu tinggi bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat harus berhenti di lampu merah atau menghadapi kemacetan.
Secara umum, sepeda motor matic yang populer di Indonesia dirancang dengan ergonomi yang ramah bagi postur tubuh masyarakat lokal. Sebagai perbandingan, Honda BeAT memiliki tinggi jok sekitar 740 mm, sementara Honda Vario 125/160 berada di angka kisaran 769 mm hingga 778 mm. Angka-angka ini dianggap sangat bersahabat karena memungkinkan sebagian besar orang Indonesia untuk menapakkan kaki dengan sempurna ke tanah.
Namun, seiring berkembangnya tren motor petualang (adventure) atau model sport, banyak motor kini hadir dengan desain jok yang lebih tinggi, sering kali mencapai angka di atas 800 mm. Salah satu contohnya adalah tinggi kursi jok Honda CRF250Rally yang mencapai 895mm. Tentunya, Bagi Brosis yang memiliki tinggi badan rata-rata di Indonesia (sekitar 165–170 cm), jok setinggi ini bisa membuat posisi kaki saat berhenti menjadi kurang stabil atau bahkan harus berjinjit.
Untuk itu, jangan biarkan jok tinggi menghalangi Brosis untuk tampil keren atau menikmati performa motor impian. Berikut adalah beberapa tips praktis agar tetap aman dan nyaman:
1. Teknik One-Foot Down Saat berhenti, Brosis tidak perlu memaksakan kedua kaki menapak dengan rata di tanah. Gunakan teknik satu kaki saja untuk menumpu beban motor. Pindahkan posisi tubuh sedikit ke samping jok agar kaki kiri bisa menapak dengan mantap, sementara kaki kanan tetap berada di pedal rem untuk menjaga motor tidak bergerak.
2. Prediksi Kondisi Jalan Saat akan berhenti di lampu lalu lintas, perhatikan permukaan jalan di depan. Hindari berhenti di area yang berlubang, tidak rata, atau memiliki genangan air yang dalam. Memilih posisi berhenti yang permukaannya lebih tinggi akan sangat membantu Brosis menapakkan kaki dengan lebih mudah.
3. Gunakan Sepatu dengan Sol Tebal Memakai sepatu yang tepat bukan hanya soal gaya, tapi juga fungsi. Sepatu riding dengan sol yang sedikit lebih tebal atau kokoh dapat memberikan tambahan tinggi beberapa milimeter yang cukup berarti saat Brosis berusaha menapakkan kaki di aspal.
4. Kurangi Beban pada Suspensi Jika jok tetap terasa tinggi, Brosis bisa berkonsultasi dengan bengkel resmi untuk melakukan pengaturan pada preload suspensi belakang. Sedikit penyesuaian agar suspensi lebih "turun" saat diduduki (sag) dapat membantu menurunkan posisi jok secara efektif tanpa merusak kenyamanan berkendara.
5. Percaya Diri dan Latihan Kunci utama dari mengendarai motor dengan jok tinggi adalah kepercayaan diri. Latihlah keseimbangan Brosis di area yang sepi. Semakin sering Brosis berinteraksi dengan motor tersebut, semakin Brosis memahami titik berat (center of gravity) motor sehingga kendali tetap terjaga meski kaki tidak menapak sempurna.
Memilih motor memang soal selera, namun menguasai teknik berkendara yang benar adalah kunci utama keselamatan. Dengan tips di atas, Brosis tidak perlu lagi merasa canggung menggunakan motor dengan jok tinggi.
Selain itu, jangan lupa untuk selalu gunakan perlengakapan berkendara yang aman seperti Helm, Sepatu, Gloves dan juga jaket agar selalu #Cari_Aman dan terhindar dari potensi kerugian yang lebih besar akibat kecelakaan. Lakukan perawatan rutin sepeda motor di bengkel AHASS dan gunakan layanan booking servis untuk mendapat pelayanan bebas antri.