NEWS
DETAILS
Jumat, 30 Jan 2015 08:34 - Hayati Honda Community

Brosist sekalian…. Seperti kita ketahui dari berbagai berita yang beredar, Banyak dilakukan Razia terhadap kendaraan Roda 2 (Sepeda Motor) yang dimodifikasi menggunakan Knalpot Racing. . . Meski masih banyak kontroversi terkait peraturan ambang batas suara (dB) yang diperbolehkan atau tidak... Tapi tak hanya Knalpot Racing yang jadi Bahan Utama masalah Modifikasi motor yang rawan ditilang Polisi loh Brosist ! Masih ada lagi beberapa konsep ataupun part modifikasi yang dilarang oleh Pihak Polisi. . . Apa Sajakah itu ??

 

Seperti yang kita sedikit singgung diatas, Penggantian Knalpot Standar ke Knalpot Racing/Brong (Bersuara Keras) adalah menjadi yang pertama dalam pembahasan kali ini. . . Pasalnya, Hal inilah yang sedang menjadi buah bibir dan keresahan di kalangan Bikers Indonesia sekalian. . . Dalam aturan dijelaskan bahwa ambang batas kebisingan Sepeda Motor untuk kubikasi mesin 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (dB). . . Lalu untuk kubikasi 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db. . .

Untuk pengguna knalpot yang memiliki tingkat kebisingan diambang batas, Kudu berhati-hati nih Brosist. . . Pasalnya, Dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) , Ada ancaman sanksi bagi pengguna knalpot bising yakni pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. . .

 

Hal lainnya yang tidak boleh dilakukan adalah mengganti ban/velg ke ukuran yang lebih kecil. . . Yup ! Seiring dengan konsep modifikasi ala “Thai Look” yang semakin merajalela dengan Ban Cungkring nya. . . So, bagi Brosist yang memodifikasi motornya dengan Ban Cungkring kudu Berhati-hati yaa, atau kalau bisa diganti ke ukuran normal aja deh. . .

Kini Polisi sudah mulai menindak tegas Sepeda Motor yang menggunakan Velg/Ban Cungkring. . . Jadi bila suatu saat Brosist yang motornya dimodifikasi ala Thai Look kena Razia dan Motornya sampai diamankan, Jangan kaget yaa !! Modifikasi tersebut memang dilarang koq ! Selain tidak safety dan ‘menyusahkan’ untuk diri sendiri, Modifikasi tersebut juga bisa membahayakan pengguna jalan lain…..

 

Hal terakhir yang jadi fokus utama pembahasan kita kali ini adalah Modifikasi yang mengubah pencahayaan lampu. . . Peraturan yang satu ini juga masih abu-abu lantaran belum ada kejelasan dari pihak kepolisian terkait modifikasi lampu seperti apa yang diperbolehkan. . . Namun memang ada Undang-undang yang mengatur hal tersebut yakni pada Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. . . Pasal tersebut memberi ancaman sanksi berupa kurungan atau denda bagi pengendara motor maupun mobil yang lampu utamanya tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. . . .

Pasal lainnya yaitu Pasal 24 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, untuk sepeda motor harus dilengkapi dengan lampu utama dekat dan lampu utama jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 (empat puluh) meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 (seratus) meter ke arah depan untuk lampu utama jauh. . .

Nah, Yang jadi perhatian dan Fokus utama dalam masalah Pencahayaan adalah Pada Motor Standar (keluaran pabrik) semuanya sudah menjalani tes dan layak jalan. . . Namun, Yang dilarang adalah mengubah lampu utama yang bisa menyilaukan orang lain yang berlawanan arah dengan Brosist. . . Selain itu, Lampu Rotator & Strobo sudah pasti dilarang ya Brosist !!

 

Well. . . Semoga nantinya Polisi cepat bertindak dan tak pandang bulu dalam menertibkan Motor yang bermasalah dalam modifikasinya. . . Masalahnya beberapa modifikasi diatas memang mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengendara lain. . . Pihak kepolisian pun menyadari saat ini penegakan hukum memang belum dilakukan secara ketat oleh petugas kepolisian untuk mobil atau motor modifikasi. . . Namun tidak menutup kemungkinan rencana ini akan benar-benar terealisasi. . .

 

 

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK